Ppg Daljab 2020/2021: Soal Dan Kunci Respon Tes Formatif Modul 3 Kb 2 Ppg Modern
Modul 1 Profesional - Bahasa Indonesia
(a) pembelajaran terkait perembesan gunjingan paling baik ditangani di pagi hari, sedangkan waktu terbaik untuk pengulangan, pembuatan dan refleksi gunjingan paling baik ditangani di waktu sore hari;(b) Pembelajaran akan menolong otak untuk tetap menjaga perhatiannya jika penerima didik setiap sembilan puluh menit diberi peluang untuk mengerjakan gerakan peregangan otot atau relaksasi badan dengan hening sekitar sepuluh menit;(c) Belahan otak kanan dan kiri kita mengalami siklus efisiensi secara bergantian setiap sembilan puluh hingga seratus menit, dari spasial tinggi-verbal rendah-verbal tinggi-spasial rendah. Untuk itu pembelajaran semestinya menggunakan bentuk acara yang bermacam-macam dan setiap anak diberikan peluang memutuskan bentuk acara tersebut sesuai siklus bio-kognitif dan gaya berguru mereka;(d) Pembelajaran akan lebih optimal apabila bisa berbagi belahan otak kanan dan kiri secara seimbang;(e) Pembelajaran akan meraih hasil terbaik apabila difokuskan pada pembahasan materi, dipecah, dan difokuskan kembali pada pembahasan materi;(f) Pembelajaran akan menawan perhatian otak, jika memperhatikan pergantian gerakan, cahaya, kekontrasan, dan warna;(g) Proses pembelajaran biar optimal perlu memperhatikan beberapa aspek lingkungan mirip suhu ruangan, opsi warna kelas, konsep warna performa media, pengaturan ruang kelas, pencahayaan, tanaman, musik, aroma, ketersediaan air minum, dan media pembelajaran; dan(h) Proses pembelajaran akan lebih optimal jika penerima didik menemukan asupan gizi dan nutrisi yang cukup, sehingga anak memiliki hemoglobin dalam darah (HB) yang tinggi;(i) Tingkatkan keadaan emosional nyata penerima didik dengan kegiatan-kegiatan yang menyenangkan, permainan, humor, dan perhatian personal.
| Soal dan Kunci Jawaban Tes Formatif Modul 3 KB 2 PPG Terbaru 1). Neurosain ialah ilmu yang mempelajari tata cara syaraf otak insan dan seluruh fungsinya (misalnya pikiran) dengan menggunakan pendekatan .... a. monodisiplin b. interdisiplin c. multidisiplin d. crossdisiplin 2). Bagi neurosain, pembelajaran dianggab sukses menaikkan potensi otak di saat .... a. seluruh neuron dalam otak sanggup saling terhubung satu dengan lainnya b. suatu axon pada suatu neuron terhubung dengan dendrit neuron lainnya c. neuron-neuron yang jarang digunakan menghilang dari syaraf otang d. bisa menyalakan banyak kelompok-kelompok neuron secara bersamasama. 3). Emosi nyata sungguh kokoh terhadap kesuksesan berguru penerima didik. Daerah otak yang berfungsi selaku pusat pengendalian emosi yakni .... a. batang otak b. tata cara limbik c. korteks d. Cerebellum 4). Semakin tebal lapisan myelin menyelimuti axon akan kian cepat axon mengundang kembali gunjingan yang tersimpan di dalam memori. Penebalan meylin pada akson akan terjadi di saat seseorang .... a. sering menggunakan gunjingan yang pernah dipelajari b. mempelajari banyak gunjingan dengan menyenangkan c. mempelajari gunjingan dengan daya fokus yang tinggi d. mempelajari gunjingan dengan disokong nutrisi yang baik 5). Pembelajaran akan optimal bagi otak dalam menyerap dan mengolah informasi, di saat guru setiap 90 menit menampilkan peluang pada pesertadidik untuk mengerjakan gerakan peregangan otot dan rilaksasi. Hal ini dikarenakan otak akan mengalami .... a. ketegangan syaraf otak di saat berguru cukup lama b. kelemahan oksigen jika berguru cukup lama c. siklus bio-kognitif perhatian yang naik turun d. tekanan berat jika berguru cukup lama 6). Salah satu aspek yang memicu seseorang sehabis berusia 30 tahun mengalami kesusahan dalam mengingatkembali gunjingan yang pernah dipelajarinya, diantaranya yakni .... a. pertumbuhan syaraf neuron terlampau banyak dan pembentukan koneksin mulai krodit b. pertumbuhan syaraf neuron mulai menurun dan pembentukan koneksi mulai lambat c. syaraf sensori yang dimiliki mulai menyusut kepekaannya d. gunjingan yang masuk ke dalam register sensori terlalu banyak 7). Dari sudut pandang Neurosains , stimulasi lingkungan yang kaya dengan rangsangan berguru sungguh penting khususnya bagi anak usia dini dikarenakan stimulasi lingkungan yang kaya akan .... a. memajukan dan menguatkan jumlah koneksi antar sel neuron b. memajukan dan memperlama semangat dan minat berguru anak c. menghasilkan anak tidak cepat jenuh dalam bermain dan belajar d. menampilkan banyak peluang terhadap anak untuk berekplorasi 8). Memberikan peluang pada penerima didik untuk mengerjakan Gerakan peregangan otot dan relaksasi otak penting ditangani pada proses pembelajaran berbasis neurosain, dikarenakan .... a. di saat otak tegang yakni keadaan yang tidak baik bagi otak untuk menghafalkan materi pelajaran b. gerakan peregangan otot dan relaksasi otak akan menghasilkan penerima didik tetap sehat dan bugar c. gerakan peregangan otot dan relaksasi otak akan menghasilkan penerima didik tidak jenuh mengikuti pembelajaran d. keadaan relaks dan hening sanggup menaikkan otak mengolah dan mencerminkan materi yang dipelajari 9). Menurut Jensen (2008), pembelajaran berbasis neurosain sanggup ditangani beberapa tahap, yakni .... a. persiapan, akuisisi, gugusan memori, elaborasi, dan integrasi fungsional. b. persiapan, akuisisi, gugusan memori, elaborasi, dan peringatan kelas. c. persiapan, akuisisi, elaborasi, gugusan memori, dan integrasi fungsional. d. persiapan, akuisisi, elaborasi, gugusan memori, dan peringatan kelas. 10). Dalam suatu pembelajaran dikenali sebagian besar penerima didik sulit berfokus mengikuti kesibukan pembelajaran, sehingga pada simpulan pembelajaran mereka tidak dapat menguasai materi pembelajaran dengan baik. Hal itu sanggup terjadi alasannya yakni .... a. penerima didik terlampau banyak mengkonsumsi makanan b. hemoglobin dalam darah penerima didik rendah c. cahaya lampu dalam ruang kelas kurang terang d. penerima didik kurang banyak meminum air putih Baca Juga : Kunci Jawaban Tes Formatif Modul 1 KB 2 Pedagogik - Konsep Dasar Ilmu Pendidik
Kunci Jawaban Tes Formatif Modul 2 KB 2 Pedagogik - Peran Guru Dalam Pembelajaran Abad 21 Modul 3 - Pembelajaran Inovatif Kunci Jawaban Tes Formatif Modul 3 KB 2 Pedagogik - Pembelajaran Inovatif Kunci Jawaban Tes Formatif Modul 3 KB 3 Pedagogik - Pembelajaran Inovatif Kunci Jawaban Tes Formatif Modul 3 KB 4 Pedagogik - Pembelajaran Inovatif Kunci Jawaban Tes Sumatif Modul 3 Pedagogik - Pembelajaran Inovatif Kunci Jawaban Tes Akhir Modul 3 Pedagogik - Pembelajaran Inovatif Modul 4 - Perancangan Pembelajaran Inovatif Kunci Jawaban Tes Formatif Modul 4 KB 2 - Merancang Pembelajaran STEAM Kunci Jawaban Tes Formatif Modul 4 KB 3 - Merancang Pembelajaran Blended Learning Kunci Jawaban Tes Formatif Modul 4 KB 4 - Merancang Pembelajaran Project Based Learning Kunci Jawaban Tes Sumatif Modul 4 - Perancangan Pembelajran Inovatif Kunci Jawaban Tugas Akhir Modul 4 - Perancanan Pembelajaran Inovatif Demikian tadi postingan tentang Soal dan Kunci Jawaban Tes Formatif Modul 3 KB 2 PPG Terbaru Pembelajaran Inovatif – Pembelajaran Berbasis Neurosains. Semoga Bermanfaat. |
Komentar
Posting Komentar