Soal dan Kunci Jawaban Tugas Akhir Modul Bahasa Indonesia PPG Terbaru - Pada peluang kali ini, saya ingin membagikan Soal dan Kunci Jawaban Tugas Akhir Modul Bahasa Indonesia – Profesional. Semua balasan dalam kiprah tamat modul ini cuma selaku rujukan yang bersifat fleksibel untuk bapak dan ibu guru. Semoga dengan balasan yang sederhana in sanggup menolong membuat lebih mudah bapak / ibu dalam menjawab kiprah tamat modul bahasa Indonesia Profesional ini.
TUGAS AKHIR
Selamat Saudara sudah mengakhiri pembelajaran pendalamanmateri Bahasa Indonesia. Untuk menguatkan pengertian Saudara, silakan jalankan kiprah di bawah ini!
Susunlah suatu puisi bebas untuk siswa SD kelas tinggi, dengan tema bebas. Selanjutnya parafrasekan puisi tersebut menjadi prosa!
Berikut citra untuk menjawab Tugas Akhir Modul Profesional Bahasa Indonesia
Parafrase merupakan salah satu kemampuan yang sanggup memajukan apresiasi sastra siswa. Melalui parafrase, siswa berlatih merubah bentuk karya sastra tertentu menjadi bentuk karya sastra yang lain tanpa merubah tema atau ide pokoknya, misalnya prosa menjadi puisi, puisi menjadi prosa , prosa menjadi drama atau seba-liknya. Dengan lewat pengubahan bentuk tersebut, siswa sanggup makin mengerti isi karya sastra tersebut. Aminuddin (2004) menerangkan bahwa parafrase merupakan seni administrasi pengertian makna suatu bentuk karya sastra dengan cara mengungkapkan kembali karya pengarang tertentu dengan menggu-nakan kata-kata yang berlainan dengan kata-kata yang digunakan pengarang.
Mengapa pendekatan parafrastis perlu dimengerti dan dialami oleh siswa?
Sebagaimana yang Anda ketahui bahwa para pengarang sering menggunakan kata yang konotatif, kias, elipsis atau menetralisir sebagian unsur, dan kurang menaati tatabahasa sebab adanya hak licentia poetica pengarang Kesemuanya itu sanggup menyusahkan pembaca untuk mengerti karya sastra tertentu. Melalui parafrase, pembaca sanggup makin mengerti karya sastra tertentu Di samping itu, Aminuddin (2004) mengemukakan bahwa pendekatan parafrastis intinya beranjak dari prinsip bahwa (a) pengubahan bentuk karya sastra tententu ke dalam bentuk sastra yang lain (puisi ke prosa atau sebaliknya) akan makin memajukan keluasan dan ketajaman pengertian pembaca yang bersangkutan (b) ide tertentu sanggup dikemukakan dalam bentuk yang berbeda, misalnya puisi ke prosa, (c) simbol yang konotatif (mengandung ketaksaan makna atau abstrak) sanggup diganti dengan kata yang lebih faktual dan mudah dipahami, (d) pengungkapan yang eliptis sanggup ditambah sehingga makin lengkap dan mudah dimengerti. I.G.P. Antara (1985) mengemukakan bahwa teknik memparafrasekan puisi menjadi prosa sanggup ditangani dengan banyak sekali cara, yaitu selaku berikut.
(a) Teknik larik yaitu pergantian bentuk puisi ke dalam bentuk prosa dengan mendasarkan terhadap kalimat demi kalimat yang terdapat dalam puisi tersebut.
(b) Teknik bait yaitu pergantian bentuk puisi menjadi prosa didasarkan terhadap susunan bait demi bait yang menyusun puisi yang diparafrasekan.
(c) Teknik global yaitu pergantian bentuk puisi menjadi prosa yang didasarkan terhadap keseluruhan unsur yang membentuk puisi itu. Makna yang tercermin dalam puisi itu dituangkan ke dalam bentuk prosa .
Berikut disuguhkan pola parafrase puisi ke prosa.
HARI LIBUR
Hatiku gembira
Ujian usai sudah
Rapor ku terima
Aku rangking pertama
Esok mulai libur
Liburan kuhabiskan di rumah nenek
Liburan sambil melepas rindu
Kunikmati damainya desa
Tiap hari
Kutelusuri pematang sawah
Bernyanyi riang
Menyambut kicau burung
Satu ahad sudah
Hari libur habis
Aku mesti pulang
Selamat tinggal
Selamat tinggal nenek
Puisi yang berjudul “Hari Libur” di atas sanggup diubah menjadi suatu dongeng seumpama berikut.
HARI LIBUR
Selain hari minggu, saya senantiasa mengakhiri kiprah PR selama 1- 2 jam sesudah bangkit tidur siang hari. Setelah itu, gres pergi main bareng teman-teman. Setelah salat magrib secara berjamaah dengan Bapak, Ibu dan Kakek, Nenek, dan Kakak, saya berguru selama satu jam untuk mengulangi pelajaran yang sudah dipelajari di sekolah, kemudian pergi menonton dan tidur. Dengan demikian, pada waktu cobaan cawu, seluruh pertanyaan sanggup saya jawab dengan baik dan tepat. Dengan ketabahan dan kedisiplinan berguru tersebut, pada waktu menemukan rapor, di , kemudian saya buka, di dalamnya tertulis selaku peringkat I . eksklusif saya mengucapkan Alhamdulillah, betapa senangnya dan puasnya saya di saat itu. Begitu pun, mama ,bapak, dan nenek di rumah.
Sesaat sesudah pembagian rapor, ada siswa bertanya, “Kapan mulai libur cawu , Bu?,” tanya Imran. “Libur cawu mulai besok,” jawab Bu Guru. Ady sambung bertanya, “Berapa usang libur, Bu?” Jawab bu Guru, “Sembilan hari. Makara kita mulai sekolah pada hari Rabu”
Pada malam harinya, bapak bertanya, “Berapa usang kamu libur, Nak?” “Sembilan hari , Pak!” Jawabku singkat. “Lalu di mana akan berlibur?” tanya bapak Lagi.“ “Saya mau berlibur ke tempat tinggal nenek di desa sambil melepas rindu, sekaligus menikmati tenang dan indahnya pemandangan desa.“ Jawabku dengan wajah yang ceria.“ Itu wangsit yang bagus. Insya Allah nanti bapak-ibu antar besok sekalian melepas rindu juga dengan nenek dan kelu-arga yang lain di desa kelahiran bapak.
Keesokan harinya, tepatnya pada hari ahad pagi, saya berangkat bareng Ayah dan ibu ke tempat tinggal nenek yang jauhnya sekitar 25 kilometer dari rumah kami. Dua jam kemudian saya tiba rumah nenek. Betapa gembiranya nenek menyambut kami, saya eksklusif dipeluk dan dicium sambil berkata “Kenapa gres datang, Nak. Lama sekali rasanya gres bertemu. Nenek sudah rindu sekali”. Baru libur, Nek! Jawabku.
Selama di rumah nenek, saban hari saya berlangsung bareng nenek, mene-lusuri pematang sawah sambil menyanyi dengan riang gembira. Utamanya pada pagi hari sesudah shalat subuh, kami berjalan-jalan bareng nenek mengelilingi desa sambil menyimak kicauan banyak sekali macam burung yang begitu mengasyikkan. Alangkah indahnya berlibur di rumah nenek.
Pada malam Selasa, saya menyampikan terhadap nenek bahwa besok saya akan pulang sebab sudah beberapa hari di sini . “Mengapa cepat sekali pulang cucuku? Rindu nenek masih...” ” Lusa hari sekolah sudah mulai, Nek!” sambungku cepat. “Kalau begitu, nenek tidak sanggup menahanmu, nanti bapakmu marah.” Nek, sanggup antar saya besok sekalian jalan-jalan ke kota. Sudah usang juga nenek tidak ke kota. Nanti kita jalanjalan menikmati ramai dan hiruk pikuknya kendaraan dan megahnya bangunan di kota Makassar .“ “Nenek sudah tua, dan ada sepupumu akan dinikahkan ahad depan” Jawabnya.
Keesokan harinya, Bapak dan Ibu menjemputku. Sekiat 20 meter dari rumah nek, Saya melambaikan tangan terhadap nenek sambal mengucapkan dalam hati “Selamat tinggal pemandangan desaku yang indah dan permai, sela-mat tinggal nenek tercinta , hingga jumpa nek di libur cawu mendatang.”
Dapatkan file Wordnya dengan mengisi form dibawah ini, pastikam Emailnya aktif ya !
Komentar
Posting Komentar